07. Si Belang dan Kotak Ajaib

Tiba-tiba Si Belang meloncat ke atas meja, menyambar ikan di ataspiring, lalu ikan itu dibawanya turun. Belum lama dia menyantap ikanitu, ibu Surti datang mengusirnya. Si Belang pun lari terbirit-biritkeluar rumah. Dalam hati, Si Belang menggerutu, ia lapar sekali.Surti belum memberinya makan. “Alangkah enaknya jadi manusia,” pikirBelang. Ia membayangkan betapa enak jadi manusia: bisa makanseenaknya, bisa bermain-main, pergi ke bioskop, sekolah, naik mobil,dan banyak hal lagi yang tidak bisa ia lakukan sebagai seekor kucing.Belang terus berjalan menyusuri trotoar. Tanpa terasa ia sudahsampai di pasar. Dia mengais-ngais makanan di tong sampah.Didapatinya tulang-tulang ikan sisa orang makan di warung belakangpasar. Ketika asyik makan, tak sengaja ia mendengar dua ekor burungdi atas kabel telepon sedang bercakap-cakap serius.

“Eh, katanya di rumah tua sudut jalan ini ada kotak ajaib lho?”

“Kotak ajaib bagaimana?”

“Katanya kalau kita masuk ke dalamnya apapun keinginan kita akanterkabul.”

“Ah, masak sih! Kalau pun benar, buat apa. Kita kan sudah enak jadiburung, bisa terbang kemana saja.”

Si Belang mendengarkan percakapan itu dengan seksama. Sesudah keduaburung itu pergi belang pun menuju ke rumah yang dimaksud.Sesampainya di sana, Belang mengobrak-abrik isi rumah itu yangternyata tak berpenghuni. Akhirnya kotak ajaib itu ditemukan. SiBelang pun masuk dan berkata: “Aku ingin jadi manusia!” Dalamsekejap mata Belang berubah menjadi manusia.

Sekarang Si Belang sudah jadi manusia. Dia memakai pakaian sepertilayaknya manusia. Belang senang sekali karena pakaian itu bagus.Tapi perutnya, lapar. Langsung saja dia pergi ke dapur. Dia bukalemari makanan yang penuh dengan nasi dan buah-buahan. Rupanyamakanan itu ditinggalkan pemilik sebelumnya yang pergi jauh entahkemana. Belang pun makan sepuas-puasnya sampai perutnya kekenyangan.Akhirnya Belang tertidur.

Belang tidur nyenyak sekali sampai baru bangun keesokan harinya.Perutnya sudah lapar lagi. Nasi di lemari makanan ternyata sudahbasi. Ia pun hanya makan buah dan roti. Di luar cerah sekali.Matahari sudah bersinar terang. Belang jadi ingin jalan-jalan kepasar. Ia pun keluar rumah dan berjalan menuju pasar. Belangberjalan dengan angkuhnya. Ia tertawa kecil ketika melihat kucingyang mengais-ngais di tong sampah. Di pasar Belang senang sekalimelihat keramaian. Berbagai macam barang ada di sana. Belangkeliling pasar seharian. Ketika panas mulai terik Belang mulaimerasa haus dan lapar lagi. Ia ingin makan dan minum. Diperhatikansekelilingnya. Orang menukar makanan dan minuman dengan selembarkertas. “Apa itu yang disebut uang, ya?” pikir Belang. “Apa orangharus menukar makanan dengan uang?” Belang jelas tak punya uang.Tapi perut sudah tidak bisa diajak kompromi. Tenggorokannya jugaserasa makin kering.

Belang berpikir keras. Akhirnya otak kucingnya muncul. Dia melihatseorang anak membeli es krim. Secepat kilat Belang menyambar es krimitu dan berlari. Beberapa orang mencoba mengejarnya, tapi dengansigap Belang lari dan sembunyi. Orang-orang tidak mampu mengejarnyalagi. Belang bersembunyi di sebuah lorong pasar. Kini rasa hausnyasudah hilang, tapi perutnya masih lapar. Dia menunggu sampai keadaanaman, lalu keluar lagi.

Hari sudah sore. Pasar sudah sepi. Belang memutuskan untuk berjalanpulang. Dia ingin mengais-ngais tong sampah seperti dulu, tapi malu.Tak berapa lama muncul kesempatan lagi. Ada seorang wanita membeliburger di pinggir jalan. Belang menyambar burger itu, lalu larisekencang-kencangny a. Beberapa orang mengejarnya. Belang terus larisampai ke rumahnya. Ada orang yang tahu kalau Belang masuk rumahitu. Para pengejarnya masuk rumah itu. Belang berusaha bersembunyidan mencari kotak ajaib. Dia masuk lagi ke dalamnya dan berdoa mintadikembalikan ke wujud aslinya. Untunglah doanya terkabul.

“Mana orang itu tadi?”

“Kelihatannya tadi masuk ke sini?”

“Ah, sudahlah. Biar saja. Buat apa diurusi!”

Belang merasa lega.Dia selamat dan sudah jadi kucing lagi. Ternyatatidak enak jadi manusia. Mau makan saja harus cari uang untukmembelinya.

Januari, 2003

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: